|

Ketika harapanku begitu memuncak akan dirimu, bulan demi bulan aku menanti detak jantugmu hadir di rahimku. Lima belas bulan, bukanlah waktu yg lama secara medis namun begitu panjang jika dalam sebuah penantian. Hingga suatu saat, 31 Oktober 2010, untuk testpack ketiga kalinya finally muncullah dua garis yg membuatku tersungkur sujud, genap 6 minggu jantungmu berdetak dirahimku, Sebuah pertanda Allah telah mempercayakan dirimu padaku. Subhanallah...tak henti air mata ini mengalir nak, tak henti lafadz hamdalah terucap di bibirku dan tersebut di qalbuku. Beribu doa dan harapan akan dirimu, agar kau baik-baik saja dalam keadaan sehat dan tumbuh berkembang di rahimku ini. Bulan demi bulan pun berganti, hasil USG menyatakan bahwa dirimu adalah akhwat. Tak sabar diri ini menanti gadis kecil yg dapat kutanamkan berjuta harapan padamu. Harapan agar kelak engkau menjadi penolongku di pintu surga nanti, anak sholehah yang menjadi pemberat amal ibadah kami-- kedua orang tuamu. Aamiin... Masa-masa mengandung bunda rasanya....begitu melelahkan nak, pernah air mata ini mengalir karena begitu berat rasanya perjuangan mengandung dirimu. Bunda mencoba merasakan, bagaimana dulu jg nenekmu mengandung bunda...rasanya tak ada kebaikan yg mampu membalas itu semua. Bundapun jadi ingat surat Al Ahqaaf ayat 15; “Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa: "Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertobat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri". Ingat selalu baik baik ayat ini ya nak...agar cintamu pada bunda penuh akan pemahaman. Singkat kisah, tibalah saatnya, ujung penantian yg terasa begitu panjang, tepat di tanggal 9 Juli 2011, sepertinya engkau tak sabar untuk hadir di dunia ini. Membuat tidur bunda semakin gelisah. Mules-mules perut yg lebih mules dari yg pernah bunda rasa. Oh sungguh rasa yg ingin cepat berakhir. Ternyata dirimu tak mampu mendorong keluar meski sudah diinduksi. Kepanikan bunda pun semakin membuatmu stres di dalam, dan detak jantungmu melemah. Hingga akhirnya diputuskan kau pun harus dilahirkan melalui cesar. Yang terpikir dalam benak kami-- kedua orang tuamu hanyalah agar kau lahir dalam keadaan sehat wal 'afiat, meski harus melalui operasi cesar. Bismillah insyaAllah...akhirnya kami katakan pada dokter “baiklah...silakan lakukan tindakan yg terbaik” Alhamdulillah...keadaanmu sekarang sehat wal'afiat, gendut bulet pipi montok (hihihi.....). Usiamu kini 5 bulan kurang seminggu yg makin tumbuh menjadi gadis jelita (cwit..cwit..). Dan kini kami baru merasa, ternyata penantian akan dirimu sangatlah indah ketika akhirnya Allah hadirkan engkau di sisi kami....Nadhifah Hasna Muttaqin.
Alhamdulillah...terimakasih Ya Allah... Sungguh...sebuah keindahan yg luar biasa ketika Allah mengamanahkan dirimu kepadaku Tapi Sungguh...sebuah kesedihan yg luar biasa ketika aku harus meninggalkanmu disetiap hari-hari kerjaku
Akan tiba saatnya nak....InsyaAllah bunda akan selalu ada di hari harimu.
301111...ketika ku kangen sm hasnaku cantikkk... |  | Seri kisah sirah Nabi Muhammad Saw. pertama di Indonesia untuk anak-anak yang disampaikan dalam bentuk dongeng. Mengenalkan kepada keluarga pada sosok teladan utama manusia. Disajikan dengan bahasa yang mudah dipahami, mengalir dan mengasyikkan, serta kaya akan nilai-nilai akhlaq mulia dan sejarah Islam. Memahami nilai-nilai Islam yang dicontohkan langsung oleh Nabi Muhammad Saw. jadi lebih menarik dalam sajian ilustrasi artistic full color. Semakin tidak membosankan karena dilengkapi dengan berbagai sarana interaktif. Spesifikasi produk : - Ukuran buku : 15 x 210 x 280 mm - Penulis naskah : Eka Wardhana dan Tim Kreatif Sygma - Hard cover, full color, kertas isi AP 190 gram Muhammad Teladanku terdiri dari 16 buku utama dengan tema : 1. Kelahiran Rasulullah 2. Masa Muda 3. Menjadi Rasul 4. Ketabahan 5. Tanda-tanda Kemenangan 6. Madinah al Munawwarah 7. Mempersembahkan Islam 8. Perang Uhud 9. Perang Khandaq 10. Kemenangan di Khaibar 11. Penaklukan Mekah 12. Teladan Umat Manusia 13. Rasul Penyayang 14. Rasul yang Dicintai 15. Rasulullah Berkisah 16. Wafatnya Rasulullah 17. Mutiara Pelengkap Selain itu dilengkapi dengan sarana interaktif yang mendukung berupa : · Satu (1) buku Mutiara Pelengkap berisi ensiklopedi mini kartun dan kuis yang mendidik · Satu (1) buku Ensiklopedi Nabi Muhammad · Lima (5) buku Muhammad Teladanku edisi balita · Satu (1) CD interaktif · Satu (1) paket games · Tiga (3) poster ringkasan sirah nabawiyah
(DALAM RUPIAH) HARGA JUAL= 4.350.000 CASH DISCOUNT = 3.915.000
CICILAN: *3 BULAN (DISC 5%) =ANGSURAN 1.378.000 *6 BULAN (DISC 2,5%) =ANGSURAN 707.000 *12 BULAN (DISC 0%) = INVESTASI AWAL 800.000 ; ANGSURAN (11x) 323.000
YM = iin_nuri@yahoo.com |
 | my baby | Jul 21, '11 3:49 AM for everyone |
|  | Nadhifah Hasna M |
Inna lillahi wainna ilaihi rooji'uun...
Lumayan berduka si, ketika HP kami harus hilang tanpa tahu siapakah yang mengambilnya. Hiks... Kondisi rumah sabtu kemaren memang ramai di rumah kami, karena keluarga kami mengadakan resepsi pernikahan adikku. Sang HP milikku dan milik suamiku (2 GSM samsung + 1 CDMA) plus uang seratus lima puluh rebu di dompetpun ikut laib, hanya kutinggalkan di kamar yg memang tak terkunci. Namun kurang lebih hanya 1 jam saja kok....Tapi kondisi semraut di rumah yang ramai yg disitu ada siapa aja... ya dari saudara dekat sampai saudara jauh, dari tetangga yang bantu2, belum lagi tukang catering yg sliwar sliwer...
Intinya, memang si HP bukan milikku...bukan untukku...ternyata, masih ada yg lebih membutuhkan si HP itu. Yah,,, mudah2n saja bermanfaat buat yang mengambilnya dan diberi petunjuk oleh Allah agar insaf dengan keisengannya.
Jangankan harta yang digenggaman kita, nyawa yg diraga kita saja bukanlah milik kita.... Hmmm... smoga aku ikhlas dan sabar,,, aamiin.,,,
060611....Semoga diganti oleh Allah dengan yg lebih baik... La Dharara Wa La Dhirara: Agar Harimau Tidak Menerkam Kita Dari Belakang... good artikel nih....hidup ekonomi syariahhhh...!!! | Oleh Muhaimin Iqbal |
| | Alkisah ada dua orang laki-laki berjalan di tengah hutan, orang yang pertama bertanya kepada yang kedua : “seandainya tiba-tiba ada harimau datang mau menerkam kita, apa yang akan engkau lakukan ?”. Yang kedua menjawab : “saya akan berlari kencang mengalahkanmu !”. Orang yang pertama heran dengan jawaban yang mengagetkan tersebut, bertanya lagi : “mengapa engkau hanya akan berlari mengalahkanku ?.” Yang kedua menjawab : “Iya, karena bila aku dapat berlari mengalahkanmu, harimau akan cukup puas dengan menerkammu dan tidak perlu lagi mengejarku !”. Kemudian orang kedua ganti bertanya : “lha kamu sendiri apa yang akan kamu lakukan ?”. Yang pertama menjawab : “Saya akan mengajakmu bersama-sama menghadapi harimau tersebut. Karena harimau hanya akan menerkam dari belakang, strategi kita adalah kita padukan punggung-punggung kita – sehingga dari manapun dia datang – dia akan menghadapi salah satu wajah kita, dia tidak akan berani menerkam kita…”. Tahukah Anda siapa orang pertama dan siapa orang kedua tersebut ?. Yang pertama adalah ekonomi syariah sedangkan yang kedua adalah ekonomi kapitalis. Dalam pinsip dasar ekonomi syariah ada istilah la dharara wa la dhirara yang artinya kurang lebih tidak membahayakan diri sendiri dan tidak pula membahayakan orang lain. Dalam ekonomi kapitalis mereka berprinsip pada survival of the fittest – yang dikembangkan dari teori Darwin yang kontroversial itu – tidak mengapa orang lain dalam bahaya asal dirinya sendiri selamat !. Dengan prinsip survival of the fittest inilah bisnis retail kebutuhan sehari-hari kita di dominasi oleh dua nama saja – bahkan sampai ke pelosok-pelosok negeri. Dengan prinsip yang sama jutaan petani tebu dan pekerja gula kita akan kehilangan lapangan pekerjaannya karena produk mereka tidak akan mampu bersaing dengan serbuan produk dari luar. Sektor-sektor ekonomi lainnya kurang lebih juga menghadapi ancaman yang sama. Lantas bagaimana para ekonom , pemikir dan pelaku ekonomi syariah harusnya bertindak menyikapi serbuan kekuatan kapitalisme global yang siap menerkam pasar di negeri yang berpenduduk sekitar 240 juta jiwa dan mayoritasnya muslim ini ?. Ya seperti strategi yang disampaikan oleh orang pertama tersebut diatas. Kita harus dapat melihat ancaman kapitalisme global ini sebagai ancaman bersama, kita harus dapat menyatukan punggung-punggung kita sehingga wajah-wajah kita dapat melihat ke seluruh penjuru. Darimanapun datangnya ancaman itu, kita harus dapat melihatnya sebelum ancaman itu bener-bener menerkam kita. Karena kita dapat melihat ke segala penjuru pula, maka kita akan selalu dalam kondisi siaga dan selalu dapat bertindak antisipatif. Bagaimana konkritnya ?, pembelajaran dan perjuangan ekonomi yang berbasis syariah tidak cukup pada bidang-bidang seperti perbankan, asuransi, pasar modal dan sejenisnya, tetapi ke seluruh aspek kehidupan. Ingat bahwa kapitalisme mencaplok eknomi negeri ini tidak hanya melalui perbankan, asuransi dan pasar modal. Mereka mencaplok dan mengkunyah-kunyah ekonomi negeri ini melalui industri retail, telekomunikasi, media, teknologi, energi, produk pangan, produk pertanian dan pendek kata hampir keseluruhan produk barang dan jasa yang kita perlukan sehari-hari. Lantas dari mana kita memulainya ?, yang paling mudah dan bisa dilakukan oleh siapapun adalah ya dari tempat kita berdiri masing-masing sekarang. Bila kita adalah konsumen, mulailah berpihak pada produk-produk dari saudara-saudara kita. Bila Anda pelaku bisnis di industri tertentu, perhatikan industri Anda – insyaallah Anda akan dapat melihat mana-mana yang bersikap seperti orang yang pertama dalam contoh tersebut diatas dan mana-mana yang bertindak seperti orang kedua – dengan demikian Anda akan dapat membedakan mana yang lebih dekat ke yang syar’i dan mana yang lebih dekat ke yang kapitalis. Setelah Anda mampu membedakannya, Anda akan tahu kepada yang mana Anda akan berpihak. Bila Anda memerlukan panduan lebih lanjut untuk aplikasi perjuangan ekonomi syariah dibidang Anda masing-masing, insyaallah team kami yang multi disiplin siap membantu semaksimal mungkin yang kami bisa – selebihnya kita bisa belajar bareng menyatukan punggung-punggung ini. Maka kalau ada istilah yang sudah popular namun kurang bermakna “ ini dadaku, mana dadamu…”, kini istilah tersebut ingin kita ganti yang lebih bermakna dan berdampak “ini punggungku, mana punggungmu…”. Agar kita bisa saling menutupi kekurangan yang satu dengan kelebihan yang lain, agar ‘harimau’ kapitalisme tidak menerkam kita dari belakang… Semoga Allah menyatukan hati-hati kita semua untuk bersama-sama berjuang di jalanNya …Amin. |
copas from: www.geraidinar.com 030311 kapan lagi ya,,, enak makan...? lemah, letih, lesu,,,
wetauuu....!!! semangatttt...!! oh nikmatilah....
semoga cepat berlalu,,,,  iseng-iseng hari libur, mari berkarya....! yah biasalah, sebagai seorang istri ingin sekali membuat suaminya kenyang..hhehehe... yukkk kita bikin risol ayam....mumpung ada abon ayam, dipake ajah... kurang lebih seperti ini resepnya: bahan kulit risol: 1. telur 4 butir 2. terigu 1/4 kg 3. air, garam, dan merica bubuk secukupnya 4. abon ayam 5. bawang bombay 1 buah, cabe jika suka. cara membuat dadar: 1. campur terigu, telur, air, garam, merica. dibuat adonan yang sangat cair 2. buat dadar di wajan anti lengket, jangan lupa pake margarin sedikit saja (buat sampai adonan habis) cara membuat isi: potong-potong bawang bombay dan cabe merah secukupnya, kemudian masukkan dalam wajan, setelah harum masukkan abonnya. aduk sebentar saja. finishing: 1. gulung dadar yg sdh dibuat dan isi dengan isian abon ayam 2. goreng dadar yg sdh dibentuk, sebelumnya digulingkan dulu di kocokan putih telur. udah dehh.... jadi....akhirnya pd suka tuh. cihuyyyy....kayaknya ada yg kangen sm risolku itu... ngiklan dikit: beli abonnya sm mba vita, enaks deh.... 061110....satu resep luluuuus..... Di sepanjang tukang buah, sepertinya sudah mulai banyak Mangifera Indica alias buah mangga (cihuyy,,,udah musim euuyyy salah satu buah favoritkuw). Eh ternyata buah mangga ini berasal dari Indihe, dan punya khasiat yang tak kalah dengan buah durian (kulitnya aja bermanfaat utk nimpuk maling, apalagi dagingnya lezat pisaannn... wkekeke).
So... apa saja ya khasiatnya??? cekidot,,,,(boleh ngopy jg siy...hehe)
Di balik rasanya yang enak dan segar, mangga juga kaya berbagai vitamin, mineral, serat, dan karbohidrat. Buah yang sekarang ini sedang musim, mengandung pula aktioksidan yang tugasnya melawan radikal bebas, penyebab berbagai macam penyakit degeneratif, seperti kanker, tekanan darah tinggi, dan jantung koroner.
Tanaman mangga berbunga pada bulan Juli-Agustus, dan buah dipanen pada bulan September-Desember. Buah mangga umumnya dipanen setelah tua, yang ditandai oleh bagian pangkal buah yang membengkak rata dan warnanya mulai menguning. Berikut ini keuntungan buah mangga bagi kesehatán:
1. Sumber Serat Kandungan serat dalam buah mangga sekitar 1,8 persen, memberikan kontribusi yang cukup terhadap kebutuhan serat manusia. Serat pangan memiliki peran fisiologis terhadap usus. Kurangnya konsumsi serat dapat menyebabkan timbulnya penyakit degeneratif, seperti aterosklerosis (penyumbatan pembuluh darah), jantung koroner, diabetes melitus, hiperkolesterolemia (kelebihan kolesterol), hipertensi, hiperlipidemia (kelebihan lemak), dan kanker usus.
Serat pangan buah mangga terdiri dari serat pangan larut, yaitu pektin dan serat pangan tidak larut, yaitu selulosa. Masing-masing jenis serat pangan ini sangat penting bagi kesehatan manusia.
Fungsi utama serat pangan larut:
* Memperlambat kecepatan pencernaan dalam usus, sehingga aliran energi ke tubuh menjadi berkurang, * Memberi perasaan kenyang yang lebih lama, * Memperlambat penyerapan glukosa, sehingga membutuhkan sedikit insulin untuk mengubah glukosa menjadi energi, * Membantu mengendalikan berat badan dengan memperlambat munculnya rasa lapar, * Meningkatkan kesehatan saluran pencernaan dengan cara meningkatkan motilitas atau pergerakan usus besa * Mengurangi risiko penyakit jantung, * Mengikat asam empedu, * Mengikat lemak dan kolesterol, kemudian mengeluarkannya melalui feses.
Fungsi utama serat pangan tidak larut air:
* Mempercepat waktu transit (waktu tinggal) makanan dalam usus dan meningkatkan berat fses, * Memperlancar proses buang air besar dan * Mengurangi risiko wasir, divertikulosis, dan kanker usus besar.
2. Sumber Antioksidan Kemampuan antioksidatif dari buah mangga dihasilkan oleh berbagai senyawa yang terdapat di dalamnya, yaitu betakaroten, senyawa fenolik, lupeol, vitamin C, E, serta beberapa mineral seperti Cu, Zn, Mn, dan Se. Senyawa-senyawa tersebut dapat melindungi tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas, seperti kanker. Radikal bebas adalah molekul tidak stabil yang dihasilkan oleh berbagai proses kimia normal tubuh, radiasi matahari atau kosmis, asap rokok, dan pengaruh lingkungan lainnya. Radikal ini apabila tidak dinetralkan oleh senyawa antioksidan, dapat menyerang partikel dan molekul lain dalam tubuh, menyebabkan perubahan mendasar pada materi genetis dan bagian-bagian penting sel lainnya.
Berdasarkan hasil evaluasi aktivitas antioksidan dan beberapa buah tropis, diketahui bahwa mangga memiliki aktivitas penangkapan terhadap radikal hidroksil (OH-) yang sangat kuat, serta dapat melindungi deoksiribosa lebih baik dibandingkan dengan antioksidan sintetik (BHA dan BHT). Penelitian juga menunjukkan bahwa mangga memiliki kemampuan menangkap HOCI lebih kuat daripada pisang (Murcia et al, 2001).
3. Sumber Vitamin C Kandungan vitamin C mangga cukup layak diperhitungkan. Jika setiap 100 gram mangga masak rata-rata dapat memasok vitamin C sebanyak 41 mg, dengan mengonsumsi mangga ranum 150 gram, kecukupan vitamin C yang dianjurkan untuk laki-laki dan perempuan dewasa per hari (masing-masing 60 mg) dapat terpenuhi. Di samping berfungsi sebagal antioksidan, vitamin C memiliki fungsi menjaga dan memelihara kesehatan pembuluh-pembuluh kapiler, kesehatan gigi dan gusi. Vitamin C membantu penyerapan zat besi dan dapat menghambat produksi nitrosamin, zat pemicu kanker. Vitamin C juga membantu penyembuhan luka.
4. Sumber Kalium Kalium terdapat dalam jumlah besar pada buah mangga. Tiap 100 gram mangga mengandung kalium 156 mg. Dengan mengonsumsi buah mangga minimal 250 gram, kecukupan kalium sebanyak 400 mg per hari dapat terpenuhi. Kalium mempunyai fungsi meningkatkan keteraturan denyut jantung, mengaktifkan kontraksi otot, dan membantu tekanan darah. Konsumsi kalium yang memadai dapat mengurangi efek natrium dalam meningkatkan tekanan darah dan secara bebas memberikan kontribusi terhadap penurunan risiko terkena stroke.
Oleh: Prof. DR. Made Astawan, Ahli Teknologi Pangan dan Gizi Copyright Kompas
290910...lg ngiler manggahh,,,, | Category: | Books | | Genre: | Business & Investing | | Author: | A. Riawan Amin |
Selepas training motivasi seorang teman, beliau bercerita tentang apa yang di dapatnya dari training ekonomi syariah tersebut. Cerita tentang Sukus dan Tukus juga Gogo dan Sago yg ada pada buku tulisan Bp. A Riawan Amin itu. Kurang puas dengan cerita beliau, gregetan juga pengen baca ini buku " Satanic Finance". Wah keyki juga nih, ternyata buku ini telah dicetak sejak tahun 2007 (ketinggalaaannn....euy). Sangat-sangat membuka mata dan hati seringkali kita tak sadarkan diri, bahwa keringat kita berjatuhan hanya utk mengumpulkan kertas-kertas bergambar dan berwarna. Sebuah akibat dari sejarah sistem kapitalis dan perbankan.
Melalui "Tiga Pilar Setan" - fiat money, fractional reserve requirement, dan interest - gonjang-ganjing ekonomi dan keuangan akan terus berlangsung. Korban-korban akan terus berjatuhan. Sementara itu, para dewa penolong palsu berdatangan. Mereka hadir dengan segepok tawaran utang. Manusia, para pemimpin negara, yang tidak sadar dalam bahaya, gampang silau dan termakan bualan. Bukan nikmatyang didapat, tapi cekikan yang mematikan.
Setan mengungkap strategi dg segala konspirasinya di buku ini... (bagus utk dibaca, meski terlambat...hehe) Tak sengaja aku membaca sms keponakanku si Farid ahad kemaren, yang handphonenya diberikan oleh Annida untuk ditunjukkan kepadaku. Annida adalah sang adik dari abang Farid yang memang sudah menjadi CeEs-an aku sejak balita, sengaja mengutil HP dengan mengendap-endap ketika Farid sedang tidur siang. Terperanjat hati ini, ketika membaca sms-an Farid dengan seorang perempuan yg sama-sama baru saja duduk di kelas 1 SMP itu. Ck ck ck, jijayy...bajayy....inboxnya penuh dengan sms2 mesra ”hidupku tanpa mV, t'ras@ kYamat...bla bla...i Lup V..” sms balesannya “Akv 79 C1Nt@ KmV...”(aiihhh...pusing deh kalau udah baca sms ABG kyk gini...). Begitu banyak puisi-puisi cinta yg tak lebih bagus dari roman picisan, sapaan sayang yang tak pantas diucapkan (perasaan dulu gw gk gitcu-gitcu amat de..) “hueee...bahasa apaan si tuh cing iin...?najong bangettt...” komentar Annida yg mendengar aku membacakan sms itu dengan zhahir. Kupikir respon komentar yg berkesan lumayan, meski penggunaan kata yg sedikit kurang bagus juga (hehe..). “eitss,,, kalau Nida gk boleh gini yah nanti...gk boleh pacaran!!” Nida jawab “yeh ..Gk Lahhh, tapi bolehnya ngapain dong “(rada preman emang si Nida ini, jawab dengan gaya duduk di warteg di atas kepala kursi lagi..hhhh)”yehhh...belajar ajehh, dan bersahabat aja dengan perempuan aja. gitttuww...” *sambil colek pipinya*. Sedikit repot memang sebagai tante jika ingin sedikit bawel jika ternyata orang tuanya menganggap ini hal biasa dan disahkan dengan alasan untuk penyemangatnya belajar (HaHHH...?). Masa puber yg sangat dianggap biasa....sangat biasa....(hiks sedihnya...)
Jika sebagian mengalami hal yg sama pada anak2 remajanya, agar anak-anak kita menjadi lelaki peminang bidadari, bukan sekedar pengumbar kata cinta....mungkin kita perlu menengok kembali bagaimana Ali bin Abu Thalib, membagi 3 tahapan dalam pendidikan atau Tarbiyah anak, yang harus dilakukan orang tua
Pertama Usia 0-7 Tahun Menjadikan anak Ibarat Seorang Raja pada usia ini, adalah usia dimana anak-anak harus menikmati masa kanak-kanaknya, berikan apa yg diinginkan semampu dan sewajarnya maka isilah dengan pola-pola pembelajaran akhlak dalam suasana bermain inilah awal menanamkan tunas itu menanamkan karakter itu.....
Kedua Usia 7-14 Tahun, jadikan anak Ibarat Tawanan Perang maksudnya, pada rentang usia itu Disiplin adalah nafasnya Perhatian adalah unsur dominannya (termasuk siapa saja yg menjadi teman baiknya) Sholat mulai di peringatkan mulai di beri sanksi jika lalai melaksanakan sholat...
pada usia ini pula diberikan Pelatihan-pelatihan Beladiri untuk anak laki-laki, agar unsur Maskulinnya menguat..
Ketiga Usia 14-dst menjadikan anak sebagai Seorang Sahabat pada rentang Usia ini, dialog dari hati kehati adalah kewajiban orang tua sapaan bersahabat adalah menu sehari-hari maka akan terbukalah jiwanya maka akan mudahlah kita menyempurnakan karakternya
Kelak ketika kita merasa dirinya sudah cukup matang ketika dirimu mengatakan... "Nak Mau kah engkau Menikah..., abi Insya Alloh mempunyai data wanita sholeha untukmu..."
Maka ia hanya tersenyum pasti... "Ananda ikut abi dan Ummi saja, Insya Alloh pilihan Abi dan Ummi adalah yang terbaik buat ananda..."
Maka Lahirlah Generasi Umar bin Abdul Aziz Baru.... Maka Lahirlah Generasi Imam Syafii Baru....
(Semakin hari membuat diri ini was was, dan ingin Xlalu mengintai lewat agen setiaku si Annida)
270810.....masih menyambut berkah Ramadhan
Senang rasanya menjadi bagian dari karyawan di kantorku saat ini, yg keseharian tugasku mentransfer uang...uang...dan uang.. yang memang menjadi hak dan benefit mereka di kantor ini. Dan yang mungkin jarang ada di kantor lain, dari berbagai macam benefit adalah adanya benefit ONH (Ongkos Naik Haji) utk karyawan melalui seleksi (pengundian) disetiap tahunnya. Di Bulan Ramadhan ini, untuk tahun 2010 diputuskan untuk menyeleksi 3 karyawan yg berhak mendapatkan ONH. Aku sebagai SDM yg turut membantu meyiapkan utk proses penyeleksian (pengundian) hingga ke pengumuman. Peserta undian yang berjumlah 147 orang adalah orang yg telah memenuhi persyaratan SK Direksi. Akhirnya tiga orang yg terpilih adalah Bp. Syafi'i, Bp. Ahmad Firdaus dan Bp. Syukri Fadili. Senangnya...karena mereka memang karyawan yg tak pernah ada masalah, tidak neko-neko (alhamdulillah...). Dan memang merekalah pilihan Allah SWT, karena tidak semua orang dipilih Allah untuk ke Baitullah meski harta berlimpah. Tak henti-hentinya aku ikut merasakan nikmatnya panggilan Allah itu disenyum-senyum mereka. Tak berhenti sampai dengan terpilihnya mereka, akupun berinisiatif menginvestigasi satu-satu dari mereka dan rekan kerjanya, ternyata ada pelajaran baik dari mereka yg mudah2n kita bisa mengikutinya. Ketika aku bertanya kepada rekannya Bp. Syafi'i melalui telepon, “Pa, sepenglihatan Bapak pa Syafii rajin shaum senin kamis gk pa?” Pa Agung sang koordinator cabang Surabaya itu menjawab “kalau shaum senin kamis jarang si mba, tapi kalau shaum ayyamul bid itu gk pernah ketinggalan, dan dia jg kan tim sibuknya pengajian mingguan di kantor Surabaya mba...”(ooohh...wew). Ketika aku bertanya ke Bp. Syukri “Pa Syukri kemaren mimpi apa? (cengengesan)” Pa Syukri jawab “gk mimpi apa2 in, aku tuh kemaren sakit. Tapi in, iin inget gk waktu kita training Pa Valentino Dinsi di Depok. Kan disuruh tulis sebanyak mungkin keinginan kita, dan taro didompet. Dan iin tau gk, keinginan pertama yg aku tulis itu berangkat haji, dan kertas itu masih di dompet aku sekarang”. (Wah, kalau kertas kecil keinginan aku dah kemana ya..?). Tapi bayangkan, niat teratas yg ditulis, baru sekedar niat... Allah sudah kabulkan. Masalahnya apakah kita sudah punya niat ke Baitullah???. Subhanallah... Dan yg terakhir aku tanyakan ke Bang Daus “Bang daus, selamat ya...kayaknya iin perlu tau nih amalan-amalan apa aja yg udah dilakuin bang daus....” dia jawab dg wajah yg senyum seperti tiap harinya tp tak bisa disembunyikan senyuman bahagianya hari ini “mmmm...gk tau ya, tp terakhir kali yg sy inget, ya,,, di hari ke8 bulan Ramadhan ini saya sdh khatam 30 juz” (waks, gw baru juz berapeehhh?). Tak puas kutanyakan ke rekannya “Pa, Bang daus hr ke 8 udah khatam ya? Cpt banget ya?”(eh apa aku yg lama yah...) si Bp jawab “jyehhh...si Daus ditantangin, jangankan Ramadhan, tiap harinya aja kalo ane pulang nebeng motornya nih, dari start motor sepanjang jalan sampe rumah, die itu murojaah mulu” (subhanallah...). Ternyata itulah amalan unggulan mereka, yg InsyaAllah dari pintu itulah Allah mencurah Rahmat Nya. Dan tak disangkal lagi keberkahan bulan Ramadhan (seperti yg telah ditulis oleh Tya ttg keberkahan Ramadhan yg dirasakannya). Tinggal hati-hati kita saja yg sensitif atau tidak meraup keberkahan itu dengan rasa syukur. 260810....Ramadhan memang...penuh berkah.... Setahun sudah kami mengarungi bahtera sebuah perjalanan penyatuan cinta yg diikat dengan dien Islam. Cinta yg tidak lain Allah lah yg mengucurkannya kepada hati-hati kami, karena memang Dia-lah sumber cinta itu sendiri yg ada dalam makna salah satu Asmaul Husna... Ar Rahman... Yang Maha Pengasih. Cinta yg ada pun ada karena dirasa dan terasa, namun mengapa manusia yg tak pernah puas diri ini, seringkali merasa ada sesuatu yg berdesakan dihati yg bertanya-bertanya...sebuah bukti akan cinta dari pasangan hidupku. Sebagaimana Allah pernah minta bukti cinta Ibrahim kepada-Nya, melalui anaknya Ismail yg begitu dinanti kehadirannya. Yang kemudian Allah anugerahi kepadanya dan cintapun bersemai pada anugerah terindahnya itu. Namun ditengah waktu remajanya Ismail diminta kembali oleh-Nya utk dikorbankan, Ibrahim pun taat kepada Allah karena begitu besar cintanya kepada Rabb nya...... Begitulah cinta yg dpt dibuktikan dengan pengorbanan. Yang berdesakan dihati itu pun, terjawab oleh hati.... “tahukah kau?? meski tak sebesar pengorbanan Ibrahim, apakah kau selalu ingat....ketika suamimu rela mengantarmu kemana kau mau, bersedia menemanimu kemana kau suka, bersedia menjagamu ketika kau sakit disaat terkantuk dan lelahnya ia di tengah malam...bukankah cintanya ada di pengorbanannya itu...?” Akupun mengangguk..... Hati seringkali tidak puas dengan satu bukti cinta....hingga masih ada tanya yg mengganjal yg tak terlalu berdesakan lagi, Sebuah bukti cinta sebagaimana bukti cinta Allah pada Rosulullah kekasih tercinta-Nya, Allah menegur Rosul seperti yg terkandung dalam surat 'Abasa, ketika itu Rosul bermuka masam kepada seorang yg buta yg ingin mendapatkan pengajaran Islam, yang kala itu Rosul merasa terganggu karena sedang berdakwah di hadapan para pembesar. Allah menegur dan menasihati Rosul bagaimana prioritas dakwah seharusnya. Itulah bukti cinta Allah kepada kekasih-Nya yg tak ingin ada dosa pada diri Rosulullah SAW. Hati pun dengan segera menjawab... “Kau tahu?? ketika ia marah atas kesalahanmu... ketika ia bawel karena kerudungmu sedikit menerawang, ketika ia ngambek tidak mau pergi karena kau bertabaruj...selalu ia tegur engkau jika berlaku tak benar..... bukankah cintanya ada ditegurannya...?” Sekali lagi aku mengangguk.... Tapi aku juga mau cinta seperti cinta Nusaibah kepada Rosulullah SAW, yang melindungi Rosulullah dg tubuhnya di perang uhud, menghadang musuhmu dengan pedangnya, berani melawan musuh hingga tangannya terputus demi menjaga Rosul kekasih Allah..... Hatiku menjawab lagi “Kau tahu?? meski perjuangannya belum dalam sebuah peperangan, begitu bergulatnya ia dg dirinya berjuang untuk menafkahimu....bukankah cintanya itu ada diperjuangannya...?apakah yg dirasa dan terasa olehmu bukankah itu adalah bukti-bukti cintanya....? “ Ya... aku mengangguk lagi.... yang kini adalah anggukan malu.... Ternyata itulah segenggam mawar untukku sebenarnya yang mudah-mudahan selalu mengabadi di hati. Tak seperti segenggam mawar merah nyata yang kau sempat beri beberapa waktu lalu...yang indah tak lebih dari seminggu saja....
090710....tak terasa..... Jika ada sesuatu yg menuntut perhatian dan pengorbanan...itulah cinta... Tak akan ada gunung yang lebih tinggi, tak akan ada lautan yg lebih dalam, dan tak akan ada rasa sakit yg lebih pedih.... Jika kekasih hati sudah memenuhi seluruh relung hati....
an anniversary... “Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan (pula)” (AR-RAHMAN : 60) Diperdengarkan sebuah kisah, seseorang yg bernama Rudi sedang menunggu giliran .untuk interview di sebuah perusahaan. Karena perasaan gugup (perasaan yg mungkin dirasa setiap orang), Rudi pergi ke toilet utk menghilangkan gugupnya, dan dilihat lah di atas wastafel ada sebuah sikat gigi yg sedikit usang (yg mungkin sdh tdk terpakai lagi). Wajahnya menghadap cermin, kemudian beberapa saat terlihat olehnya wastafel yg sedikit kotor. Tanpa banyak berpikir ia langsung membersihkan wastafel yg kotor dengan menggunakan sikat gigi yg usang itu. Beberapa saat kemudian, ada seorang lelaki yg masuk ke toilet itu yg tidak lain adalah sang interviewer di perusahaan tersebut. Melihat Rudi yg membersihkan wastafel, lelaki itu pun bertanya2 dalam hati (siapa yg suruh intervewee ini membersihkan wastafel?). Oh, cukup bertanya di dalam hati saja saat ini. Tiba waktunya Rudi dipanggil utk di intervew. Pertanyaan pertama dari sang intervewer adalah “Kenapa Anda tadi membersihkan wastafel, padahal tidak ada yg menyuruh Anda. Dan Andapun belum tentu diterima di perusahaan ini..?” Si Rudi menjawab “Saya memang belum tentu diterima di perusahaan ini, tapi apa yg saya lakukan bukan karena siapa2 dan bukan utk siapa2, atau bukan utk agar dilihat dan akhirnya dterima di perusahaan ini, bukan itu, melainkan itu utk saya sendiri.... karena saya meyakini di kanan kiri saya ada malaikat yg selalu mencatat setiap apa yg sy lakukan” That simple story... menurutmu, apakah si Rudi diterima di perusahaan tersebut?? ya... dia diterima. “Barang siapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarah pun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya.” ( AZ ZALZALAH:7) Angel principles, prinsip bahwa ada malaikat yg selalu mencatat, dan Allah melihat, dan meyakini... bahwa apapun yg kita lakukan akan ada balasannya sekecil apapun. Aku ingat ketika buka facebook diam2 di kantor, dipikir atasan tak melihat... tapi Allah maha melihat dan malaikat mencatat bahwa kita sedang mengkorupsi waktu. (Astaghfirullah....ampuni aku ya Allah....) Demi matahari dan cahayanya di pagi hari, dan bulan apabila mengiringinya, dan siang apabila menampakkannya, dan malam apabila menutupinya, dan langit serta pembinaannya, dan bumi serta penghamparannya, dan jiwa serta penyempurnaannya (ciptaannya), maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya, sesungguhnya beruntunglah orang yang menyucikan jiwa itu, dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya. (ASY SYAMS:1-10) 080610... inspiring motivation from esq training ....salam 165.... "Alhamdulillah, Suamiku Mati Syahid..." Oleh : Muhammad ‘Isa, Ahmad dan Maulana
Sebuah kisah yang ditulis dari penuturan istri seorang Mujahid Palestina yang dibunuh musuh dengan meledakkan mobilnya, hampir enam tahun yang silam. Hidayatullah.com--Kisah hidup dan kematian seorang syahid selalu ajaib. Mungkin karena orang-orang yang merindukan mati syahid selalu hidup dengan cara yang sangat berbeda dengan orang kebanyakan. Bahkan, cara Allah memperlakukan musuh-musuhnya pun sering tak kalah ajaibnya. Suatu kali Perdana Menteri Israel waktu itu, Yitzhak Rabin, mengumumkan kepada dunia nama-nama pemimpin Hamas, termasuk nama ‘Izzuddin Khalil (yang disebutnya sebagai “kepala ular”), sebagai orang-orang yang paling dicari oleh Israel. Namun, Allah mentaqdirkan, Rabin yang mengumumkan hukuman mati bagi ‘Izzuddin justru lebih dulu dicabut nyawanya oleh Allah lewat tangan rakyatnya sendiri. Rabin mati 4 Nopember 1995, diberondong senapan mesin yang ditembakkan Yigal Amir, seorang pemuda Yahudi radikal, yang marah karena Rabin “berdamai” dengan Yaser Arafat. Asy-Syahid ‘Izzuddin Khalil adalah salah satu komandan Brigade Al-Qassam, sayap militer Hamas (Harakah Muqawwamah Al-Islamiyah) yang bermukim di Damaskus, ibukota Republik Arab Suriah. Hamas merupakan organisasi terbesar yang menghimpun berbagai kekuatan rakyat Palestina yang berjuang demi kemerdekaan tanah waqaf milik umat Islam sedunia itu, serta pembebasan Masjidil Aqsha, kiblat pertama umat Islam dan terminal Rasulullah Saw ketika melakukan isra' dan mi'raj. Kisah ini merupakan hasil wawancara dengan Feryal Ahmed Nemr Zienou, 35 tahun, istri Asy-Syahid ‘Izzuddin Khalil yang ditemui Hidayatullah.com di Damaskus. ‘Izzuddin merupakan salah satu pengawal pertama Syeikh Ahmad Yasin dan ikut serta dalam peletakan pondasi Hamas tahun 1986-87. Pria ini lahir dan tumbuh besar dalam pangkuan gerakan da’wah di kawasan Syija’iyyah, di sebelah timur kota Gaza. Keterlibatannya dengan Hamas dan sayap militernya Al-Qassam begitu rapat terjaga kerahasiaannya, sampai-sampai baru sesudah seminggu mereka menikah, Feryal mengetahui kalau suaminya seorang komandan Al-Qassam. Nama lengkapnya ‘Izzuddin Syubhi Al-Syeikh Khalil, lahir di Gaza, 23 Agustus 1962, menyelesaikan pendidikannya sampai tingkat master di bidang Ushuluddin di Universitas Islam Gaza. Pekerjaan sehari-harinya ketika menikah dengan Feryal berdagang buku. Menurut Feryal, sama sekali tidak terlihat penampilannya sebagai seorang sosok militer. Barangkali karena pengalamannya di usia belia pernah berjihad di Afghanistan, ‘Izzuddin ditugaskan oleh para pemimpin Hamas untuk mengumpulkan, membina dan melatih para pemuda Muslim di seluruh Palestina, baik di Gaza, Tepi Barat, maupun seluruh kawasan Palestina yang sepenuhnya dijajah Israel. Tujuannya untuk menjadikan para pemuda itu Mujahidin pembela tanah suci para Nabi dan Masjidil Aqsha. Rahasia Pengantin Feryal sendiri waktu itu seorang gadis yang sedang mekar dari sebuah keluarga yang taat menjalankan syariat Islam. Salah satu kembang yang tumbuh di hatinya adalah keinginan untuk kelak menikah dengan seorang Mujahid fii Sabilillah. Namun ketika menerima lamaran ‘Izzuddin, Feryal mengaku sama sekali tidak tahu kehidupan Jihad laki-laki yang melamarnya itu. Kenapa dia menerima lamaran padahal belum jelas ‘Izzuddin seorang Mujahid atau bukan? Perempuan yang murah senyum itu menjawab, di Gaza, waktu itu, kalau ada laki-laki yang rajin ke masjid, berakhlak baik, berilmu agama mendalam, berpenampilan rapi dan menjaga pergaulannya sesuai syariat Islam, hampir bisa dipastikan bahwa dia seorang Mujahid. “Tapi saya sama sekali tidak mengira kalau dia seorang komandan dan sangat dekat dengan Panglima Para Mujahidin Palestina, Syeikh Ahmad Yasin,” tukasnya sambil tersenyum lebar. Feryal mulai mencium sesuatu yang mengherankan sejak hari pertama pernikahan. Setiap kali pergi shalat subuh berjama’ah di masjid, ‘Izzuddin selalu pulang terlambat, yaitu ketika matahari sudah sepenggal naik, sekitar waktu dhuha. Feryal tak tahan untuk bertanya. Maka dijelaskanlah oleh ‘Izzuddin, bahwa sesudah shalat shubuh ia bertugas keliling membina para pemuda di berbagai tempat, baik pembinaan ruhiyah, keilmuan, maupun kemiliteran. Betapa gembiranya Feryal mendengar penjelasan itu. Pengantin baru yang usianya lebih muda 13 tahun dari suaminya itu merasa Allah mengabulkan doanya selama ini, agar dinikahkan dengan seorang Mujahid. Namun rahasia itu tetap terjaga rapat diantara mereka berdua. Baru setahun kemudian, keluarga Feryal pelan- pelan mengetahui kenyataan bahwa ‘Izzuddin seorang Mujahid dengan amanah yang penting. Terbukanya rahasia itu adalah ketika pada tahun 1992, ‘Izzuddin ikut ditangkap dan dibuang selama setahun oleh Zionis Israel ke Marj Az-Zuhur, sebuah perbukitan tak bertuan di perbatasan Lebanon dan Palestina, bersama 413 orang pemimpin Jihad lainnya seperti Dr. Abdul Aziz Ar-Rantisi. Selama setahun mereka tinggal di tenda-tenda darurat di lereng-lereng bukit. Musim dingin berselimutkan salju belasan derajat di bawah nol, musim panas dipanggang matahari. Sejak Feryal mengetahui kedudukan suaminya sebagai komandan Jihad, setiap hari, usai shalat fardhu sampai syahidnya ‘Izzuddin 13 tahun kemudian, atas permintaan suaminya itu, Feryal mendoakan agar suaminya dianugerahi Allah mati syahid di Jalan Allah. Bagi Feryal, ‘Izzuddin adalah seorang suami, sahabat, sekaligus ayah bagi anak- anaknya yang selalu jujur dan ikhlas. “Berat,” demikian kata Feryal, ketika ditanya bagaimana perasaannya setiap kali berdoa agar suaminya mati syahid, “tapi di saat yang sama saya yakin Allah akan mengganti cinta yang saya persembahkan kepada-Nya ini dengan sesuatu yang lebih hebat.” Janji-janji Allah untuk kemuliaan syahid seakan-akan nampak nyata di depan matanya saat berdoa. Tentu ada yang bertanya, kenapa tidak berdoa agar dimatikan syahid bersama- sama? Jawaban Feryal jelas dan mantap, “Karena, jika suami saya syahid, lalu saya tetap istiqamah menjalankan amanah-amanah yang tertinggal, termasuk membesarkan anak-anak, maka Allah menjanjikan kemuliaan yang lebih besar lagi bagi kami sekeluarga.” Dua Isyarat Sesudah ‘Izzuddin syahid, hidup terasa lebih berat bagi Feryal karena seluruh keluarga dari pihaknya dan pihak suaminya ada di Gaza, sedangkan dirinya di Damaskus yang terpisah oleh jarak ratusan kilometer dan blokade militer. Namun ada dua kenangan manis sebelum ‘Izzuddin mati syahid, yang selalu membuatnya bangkit lagi semangatnya. Yang pertama, kira-kira satu bulan sebelum syahidnya ‘Izzuddin, mereka bekunjung ke rumah seorang sahabat dalam sebuah acara silaturrahim. Sebagaimana seharusnya, Feryal bercengkerama dengan teman-temannya sesama Muslimah di sebuah ruangan, dan ‘Izzuddin dengan teman-teman Muslimnya di ruangan lain. Dalam suatu kesempatan, Feryal berjalan melewati pintu ruangan laki-laki dan sekelebat menyaksikan pemandangan yang tak akan pernah dilupakannya seumur hidup. Dia melihat di kening suaminya tertulis kata-kata dalam khat Arab, “Asy- Syahid” (Sang Syahid). Tatkala penglihatannya itu ia sampaikan kepada ‘Izzuddin dalam perjalanan pulang, serta-merta suaminya meminggirkan mobil yang sedang dikemudikannya, lalu turun dan berdiri di samping mobilnya, menengadahkan tangannya seraya berdoa, “Ya Allah, taqdirkanlah penglihatan istriku itu atas diriku.” Sudah sewajarnya, Feryal bertanya kepada ‘Izzuddin, “Kalau kamu syahid, kami bagaimana?” Dijawab oleh ‘Izzuddin, “Ada Allah, dan Allah lebih baik dari saya.” Peristiwa kedua yang tak akan pernah dilupakannya, terjadi hanya beberapa menit sebelum syahidnya sang Kekasih. Hari itu Ahad, 26 September 2004. Jarum jam menunjukkan angka sebelas dan matahari di penghujung musim panas masih menyiram hangat kawasan Mydan di jantung kota Damaskus. Feryal tengah sibuk menyiapkan sarapan bagi suaminya yang akan berangkat kerja. Tiba-tiba pintu rumah mereka diketuk. Seorang perempuan, tetangga, mampir membicarakan hal-hal remeh, tapi di ujung pembicaraan yang hanya sebentar itu, si Tetangga bertanya, “Saudariku, kamu habis menyemprotkan parfum apa sih? Dari tadi kami mencium baunya wangi sekali, tercium sampai ke rumah kami...” Feryal memang selalu mengusapkan wewangian sebelum suaminya berangkat dari rumah, tetapi pagi itu dia ingat betul belum melakukannya. Ia sama sekali tidak berpikir bahwa wewangian itu adalah sambutan bagi syahidnya sang Suami beberapa menit kemudian. Sesudah tetangga itu berlalu, Feryal kembali menyiapkan meja makan. Sarapan khas negeri Syam, khubz (roti lebar), minyak zaitun, za’thar (serbuk rempah- rempah dan biji wijen), humus (selai kacang berbumbu), keju dan secangkir teh kental manis. Suaminya hampir tidak menyentuh makanan, lalu berkata bahwa dia sedang terburu-buru sambil minta tolong diambilkan paspor, untuk mengurus perjalanan umrahnya. Suaminya pergi. Pintu rumah ditutup. Kurang lebih dua menit berlalu, ketika tiba-tiba Feryal mendengar suara ledakan keras. Dinding apartemennya bergetar. Dinding ruang kelas sekolah kedua anaknya yang berjarak sekitar 200 meter dari rumahnya juga bergetar. Anak-anak mereka, Hiba, waktu itu berusia 10 tahun, dan Muhammad, waktu itu berusia 7 tahun, keduanya mengaku mendengar ledakan itu dari sekolahnya. Hadil baru berusia 2,5 tahun bersama ibunya di rumah. Di dada Feryal langsung berdesir, “Pasti itu ‘Izzuddin...” Ia berlari ke jendela apartemen yang terletak di lantai empat, sejurus disingkapnya tirai, disaksikannya jip Pajero berwarna silver tahun 1995 milik suaminya sudah hancur dan masih mengobarkan api. Tidak Menangis Ibu tiga anak berusia 29 tahun itu tidak menangis. Ia segera mengenakan hijabnya dan berpakaian serapi mungkin menutup aurat, sebelum kemudian meluncur turun ke tempat kejadian. Setelah memastikan bahwa suaminya telah syahid, Feryal naik lagi ke atas, menelepon istri seorang pemimpin Hamas, Dr Musa Abu Marzuq, Wakil Kepala Biro Politik. Setelah memberi kabar tentang apa yang terjadi atas suaminya dan menjelaskan lokasi rumah mereka, Feryal mematikan telepon. Kemudian ia berwudhu dan melaksanakan shalat dua raka’at. Ia memanjatkan doa agar syahid suaminya diterima oleh Allah dan bersyukur Allah telah memilih suaminya sebagai salah satu lelaki terbaik. Ketika ditanya, apa yang dirasakannya saat itu, Feryal menjawab dengan tersenyum, “Hati saya seperti diiris-iris, sakit, tetapi pada saat yang sama saya merasa sangat berbahagia karena doa saya setiap hari dikabulkan oleh Allah.” Seorang saksi mata belakangan mengatakan, ‘Izzuddin sempat memundurkan mobil itu sebelum meledak. Para penyeledik Hamas mengatakan, diduga kuat mobil itu diledakkan dengan bom yang menggunakan remote control. Seselesainya dari shalat, Feryal menyiapkan diri dan rumahnya untuk kedatangan para tamu yang sebentar lagi pasti akan ramai. Banyak diantara yang kemudian datang menangis. Bahkan salah seorang teman perempuannya menangis sampai jatuh- jatuh. “Saya bilang kepada mereka, jangan menangis, saya tidak menangis karena ini keberuntungan saya dan keluarga saya,” katanya. Ketika menerima salam dari ratusan tamu itu, Feryal membayangkan malam-malam yang selalu dilewatinya bersama ‘Izzuddin, sepanjang 13 tahun pernikahannya. Sebelum tidur, keduanya selalu saling pandang dan saling bertanya, “Apakah kamu ridha kepada saya?” Keduanya sama-sama saling mengiyakan. Keridhaan itu kini membias pada ketiga anaknya. Hidayatullah.com menemui keluarga ini di rumah mereka dan meminta mereka bercerita satu per satu tentang kenangan mereka akan ayahnya. Tidak ada air mata. Tidak ada sesenggukan. Tidak ada wajah muram. Yang ada senyum bangga dan wajah yang berbinar penuh keberanian. “Terkadang,” kata Feryal, “anak-anaknya mengatakan, ‘seandainya ayah bersama kita...’ terutama saat berbuka puasa Ramadhan... Tapi saya bilang, ayah selalu bersama kita, bahkan syahidnya ayah memastikan kita akan selalu bersama ayah dalam keadaan yang lebih baik dari keadaan kita saat ini...” Anak-anak itu tersenyum mendengar penuturan ibunya. Bahkan di sepanjang pertemuan dan wawancara dengan kami, anak-anak itu selalu tersenyum, seperti anak-anak yang menerima hadiah sangat istimewa yang tiada habis-habisnya. copas from : [ www.hidayatullah.com] Hari sabtu…minggu… hari libur tiba, saatnya mencuci lebih banyak …nyetrika baju… (hoaaaaw). Biasa deh cucian yg agak berat kita bawa ke rumah ortu, yaa handuk, sprei, mukena… (coz kita blom punya mesin cuci, hehehe, kesiaaan deeeh). But is fun ketika kita bisa mengerjakannya berdua, sambil maen aer (sok ramantic ^_v mode ON). Sambil nunggu digiling-giling, diangkat, dibilas,diperes en dikeringin….kita becanda en bincang-bincang. Aku: eh Yang, nti kita beli mesin cuci yang satu tabung aja tuh, kan gk repot-repot ngebilas. Udah langsung sekalian dibilas n dikeringin. Jadi kita tinggal ngejemur doang. Kan lumayan hemat waktu, bisa sambil ngapa2in…
Aa: gk ada mesin cuci yang sekalian ngejemur ya… Aku: huuuu pemalas nih … Aa: eh bukan gitu, itu baru teknologi canggih tuh Aku: sekalian aja keluar mesin cuci udah langsung disetrika, lebih mantep tuh Aa: hahaha…sekalian aja Yang…baju kotor masuk mesin cuci abis itu langsung masuk lemari, langsung dari mesinnya Waks…dipikir2 peluang bisnis tuh Yang….hahaha…. Wah kalau ada mesin cuci yang kayak gitu, asyik bener ya… Gara-gara bincang ttg itu jadi inget sesuatu, Belum lama ini salah satu Dirut kantorku ada yg cerita, dia bilang gini: Dulu tuh sekitar tahun 2000 saya di Jerman mengunjungi sebuah perusahaan (lupa perusahaan apa gitu…). Saya sedikit heran bangunan kantor itu terbuat dari kaca, dan di setiap sudut atap ruangan itu ada sejenis tabung yang memanjang dari sudut satu ke sudut lainnya, dan terbuat dari sejenis kaca juga. Di dalam tabung itu ada beberapa kertas yg tertiup menyusuri tabung kaca itu *weeeessss…wesss….*. Saya tanyakan itu apa? Kemudian mereka menjelaskan bahwa tabung kaca itu adalah perjalanan kertas untuk ke tempat destroy kertas untuk sampai ke tempat pembuangan kertas yang ada di bagian lain dari kantor itu. Jadi di setiap meja disediakan semacam tempat menuju pipa kaca itu untuk di destroy, dg catatan setelah kertas itu di scan jika diperlukan sebagai dokumen penting, baru deh dibuang. Nah, kertas-kertas yang telah didestroy halus juga bisa dijual untuk menjadi daur ulang tanpa harus menghilangkan isi-isi dokumen yg bersifat penting dan confidential. Waw… jd paperless kan, gk perlu OB untuk angkutin sampah2 kertas, en gk perlu susah payah filing yang bikin pusing pake kode-kode. Belum lagi tempat penyimpanannya, wew sangat membuang waktu…. Kapan ya, kantor kita kayak begitu….? Tahun 2010 aja gk bisa menyamai tahun 2000 nya Jerman. Ckckckcck…… 120410….sedang berpikir bgmn bisa bikin mesin cuci yg hasil pakaiannya udah disetrika dan langsungn masuk lemari……&%&^%&*&)*) Anda pernah ke Paris??(hehe..nanya doang...) tau bentuknya Menara Eiffel dong.... Yang gk pernah ke Paris juga mungkin tau bentuk Menara Eiffel gimana, banyak gambar tersebar dimana2 koK... Anda pernah ke Mekkah?? tau bentuknya Ka'bah juga kan.... Gambarnya juga dari dulu udah ada dimana2....(masa ada yg gk pernah liat,,,,?! kebangetannnnn) Buah Ruthob, tau gak?? seperti apa.....? Mungkin gk banyak orang tau, tapi kalau dijelaskan... Itu lohhh, buah kurma yang belum dikeringkan, yg masih segar...mungkin pada bilang “ohhh,,,,”. Meski belum pernah merasakan atau melihatnya, bisalah kebayang kayak apa bentuknya,,,, Kalau buah Zaitun...buah Tiin...? tau gk?? kayak apa bentuk dan rasanya...? (hayyoooo). Itu loh yg ada di Al Qur'an “wattiini wazzaituun...”(Qs: Attiin:1). Walaupun mungkin belum pernah makan atau lihat bentuknya, tapi paling gak pernah denger kan,,,? (Alhamdulillah...aku sih sudah pernah makan tuh...) Nahh kalau buah celefonte udah pernah makan belum?? bentuknya seperti apa? rasanya bagaimana? Ada di mana si....? atau udah pernah denger nama buah celefonte?? Yang ngaku sering keliling duniapun gk tau deh celefonte kayak apa.... mungkin kalau ditanya jawabnya gini “mmmh...mungkin sy pernah makan atau lihat, tp namanya gk tau” kalau yang gk pernah keliling dunia mungkin jawabnya gini “gk tau ya,,,, denger namanya aja baru sekarang... buah apaan tuh??“ Pastinya gk kebayang bagi mereka buah tuh bentuknya sperti apa, apa lagi rasanya. Tidak terbayang karena tidak pernah lihat, tidak pernah rasakan, juga tidak pernah dengar... Bisa tidak sih mebayangkan hal yang tidak pernah dilihat, dirasa, didengar.....? Masa gk ada yang tau ya, atau pernah denger gitu....celefonte kayak apa??? hahay aku juga gak tau deng, wong ngarang doang.... gk ada ko nama buah itu...hehe Sebenarnya..... Ini tentang mimpi...mimpi yang diajarkan Valentino Dinsi. Meraih mimpi, dengan dimulai mengambil gambar apa yg diinginkan dahulu, kalau diibaratkan ambil foto pake kamera di *jekreeek* dulu. Bagaimana mungkin kita bisa mencetak gambar, kalau gambar yang ingin dicetak belum pernah di *jekreeek*. Begitupun keinginan-keinginan yang ingin kita cetak nanti, mestinya terekam dulu di memory kita. “What we want to be...?” Jika tidak pernah tau ingin jadi apa, tak terbayang seperti celefonte yg dengar namanya saja tidak pernah, bagaimana mungkin terekam di memory, apalagi dicetak....nothing...its nothing.... Sesuatu akan tergambar di memory, jika hal tsb pernah kita dengar. Jika pernah melihatnya akan terekam lebih kuat, apalagi pernah merasakannya. Hal tersebut membangkitkan energi kita atas keinginan-keinginan yang terekam di memory. Kalau Pa Valent mengajarkan, setelah tau apa keinginan kita, tuliskanlah stiap keinginan kita itu di atas kertas, terus disimpan di dompet yg dibawa kemana2, dibaca terus-terusan, hinga terucap dalam do'a. Jreng...maka energi akan terbangkit lebih kuat untuk meraihnya. Seperti Videonya jejak-jejak mimpi si Danang A Prabowo (Alumni IPB) yang tersenyum ketika sebagian besar dari 100 catatan mimpinya terealisir. Jadi inget tulisan Anis Matta yg bikin heboh...Jk ingin memiliki rumah mewah, tiap hari harus kau pandang, elus-elus temboknya....(kurang lebih begitu). Heboh katanya krn mengajarkan hubbuddunya (yah kalau itu aku setuju). Tapi kalau dari segi teoritis, hampir selaras dengan Valentino Dinsi dengan celefontenya. Bahwa meraih mimpi, dengan selalu melihat catatan-catatan kecil hingga menempel di memory (gk perlu dielus-elus lahhhh), diinget-inget aja dan harus selalu inget... apapun keinginan kita... agar bangkit energi-energi kita.....mau ke Mekkah kek, mau membangun yayasan anak yatim kek, mau buat mesjid besar kek, mau punya gelar Doktor kek, mau punya jaguar kek, mau punya rumah di Pondok Indah kek....ya...ditulis aja... Kalau aku boleh mengkolaborasikan, ajaran2 mereka.... Terapkan apa yang diajarkan Anis Matta dan Valentino Dinsi pada keinginan-keinginan mulia, tak sekedar harta. Rekam memory pada hal yg Allah makin mencintai kita, catat keinginan-keinginan yang membuat Allah Ridho kepada kita. Rekam terus keinginan-keinginan tertinggi kita akan surga yang melebihi seisi bumi dan langit (agar tak seperti celefonte yg tak terbayang)... Rekam terus dengan ayat-ayat Allah yang menceritakan surga-Nya agar bangkit energi kita untuk menggapainya-- energi yang bersinergi dengan keimanan. Ck Ck Ck Subhanallah..... apabila kita tau surga itu seperti apa bentuk dan rasanya, mendengar ceritanya saja ngilerrr.... “Diedarkan kepada mereka piring-piring dari emas, dan piala-piala dan di dalam surga itu terdapat segala apa yang diingini oleh hati dan sedap (dipandang) mata dan kamu kekal di dalamnya." (Az zukhruf: 71) 240310...oleh-oleh training Pa Valent Orientasi hidup hrs tetap yg dulu...ketika visi misi taaruf kita menjadi satu... Tak ada yg mampu melenakan,meslki bnyak buaian yg menyesatkan.... Biidznillah... Ada teman yg berkeluh kesah terhadap pekerjaannya yg mensupport divisi lain... keluhnya begini: "Kalau org yg kita layani blm diberikan haknya, telat sebentaaar aja...komplainnya MasyaAllah, apalagi ngitung nilai yg mesti dia dapet salah, lebih kecil misalnya...bukan maen marahnya (rrrggghhhh). Tapi kalau sesuai waktunya atau lebih cepet dari waktunya dan gk ada masalah diperhitungannya, gak ada tuh kata terimakasih...."
Kebayang sih...gondoknya..(ngerasa juga deng.....^__^ kadang-kadang akupun begitu....ngaku aja deh...heheheh---itung-itung belajar menghisab diri)
Tapi, bukankah itu namanya gk ikhlas...??? mungkin kita terlupa dengan kata keikhlasan....
Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda: “Ada seorang laki-laki yang mengunjungi saudaranya di kota lain, maka Allah mengutus malaikat di perjalanannya, ketika malaikat itu bertemu dengannya, malaikat itu bertanya, “Hendak ke mana engkau ?” maka dia pun berkata “Aku ingin mengunjungi saudaraku yang tinggal di kota ini.” Maka malaikat itu kembali bertanya “Apakah engkau memiliki suatu kepentingan yang menguntungkanmu dengannya ?” orang itu pun menjawab: “Tidak, hanya saja aku mengunjunginya karena aku mencintainya karena Allah, malaikat itu pun berkata “Sesungguhnya aku adalah utusan Allah untuk mengabarkan kepadamu bahwa sesungguhnya Allah mencintaimu sebagaimana engkau mencintai saudaramu itu karena-Nya.” (HR. Muslim)
Sebagian manusia menyangka bahwa yang namanya keikhlasan itu hanya ada dalam perkara-perkara ibadah semata seperti sholat, puasa, zakat, membaca al qur’an , haji dan amal-amal ibadah lainnya. Namun, ketahuilah bahwa keikhlasan harus ada pula dalam amalan-amalan yang berhubungan dengan muamalah. Ketika engkau tersenyum terhadap saudarimu (gk boleh tampang bete dunks.....heheh), engkau harus ikhlas. Ketika engkau mengunjungi saudarimu, engkau harus ikhlas. Ketika engkau meminjamkan saudarimu barang yang dia butuhkan, engkau pun harus ikhlas. Tidaklah engkau lakukan itu semua kecuali semata-mata karena Allah, engkau tersenyum kepada saudarimu bukan karena agar dia berbuat baik kepadamu, tidak pula engkau pinjamkan atau membantu saudarimu agar kelak suatu saat nanti ketika engkau membutuhkan sesuatu maka engkau pun akan dibantu olehnya atau tidak pula karena engkau takut dikatakan sebagai orang yang pelit. Jadikanlah semua amal tersebut karena Allah.
Kembali ke niat, karena amal tergantung niatnya....Maka tujukan saja hanya teruntuk Illahi Robbii... Abdullah bin Mubarak berkata, “Betapa banyak amalan yang kecil menjadi besar karena niat, dan betapa banyak pula amal yang besar menjadi kecil hanya karena niat.”
Keikhlasan itu serasa tiada ujung, dan tak berbekas....sperti kita selesai dari toilet buang hajat...mana pernah sih kita pikirin apa yg sudah kita keluarkan... Kalau saja amal itu sdh kita bisa perlakukan seperti itu (maksdunya perlakuan thdp cara berpikir kita setelah buang hajat), maka kitapun akan memetik buah keikhlasannya...
Seseorang yang telah beramal ikhlas karena Allah (di samping amal tersebut harus sesuai dengan tuntunan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam), maka keikhlasannya tersebut akan mampu mencegah setan untuk menguasai dan menyesatkannya. Allah berfirman tentang perkataan Iblis laknatullah alaihi yang artinya: Iblis menjawab: “Demi kekuasaan Engkau aku akan menyesatkan mereka semuanya, Kecuali hamba-hamba-Mu yang ikhlas di antara mereka.” (Qs. Shod: 82-83).
Buah lain yang akan didapatkan oleh orang yang ikhlas adalah orang tersebut akan Allah jaga dari perbuatan maksiat dan kejelekan, sebagaimana Allah berfirman tentang Nabi Yusuf yang artinya “Demikianlah, agar Kami memalingkan dari padanya kemungkaran dan kekejian. Sesungguhnya Yusuf itu termasuk hamba-hamba Kami yang ikhlas. “ ( Qs. Yusuf : 24)
Subhanallah...Ilmu tingkat tinggi nyak...?
290110....(iin....iin...ayo belajar ikhlas....!!!) Kebayang gak? sebesar apa Umar...???jika mendengar sebagian kisahnya ketika berperang, beliau mengendarai kudanya hingga kakinya terseret ke tanah dan kakinya mampu mengerem lajunya sang kuda..... dengan menggenggam pedang di tangan kanan dan kirinya yg siap menghunus leher-leher musuh. Sebesar dan seberani apa sahabat Rosulullah itu yg bernama Umar? Hingga iblis pun takut dan kabur jika berpapasan dengan beliau. Si pemilik tubuh kekar yg selalu ada di garda depan pasukan Rosulullah SAW, memang luar biasa pemberani, tubuh kekarnya memperlihatkan dirinya sebagai orang yg garang dan disegani di tengah-tengah pandangan para sahabat Rosulullah lainnya. Ya....dan memang kenyataannya seperti itu.Tapi tahukah.....bagaimana Umar jika berhadapan dengan istrinya?? Seperti bayi di pelukan ibunya (waw...bayi raksasa dong....hehe). Dan bagaimana dirinya jika berhadapan dengan istrinya yg sedang cerewet dan marah?? Di masa beliau, ada seorang laki-laki berjalan tergesa-gesa. Menuju kediaman khalifah Umar bin Khattab. Ia ingin mengadu pada khalifah; tak tahan dengan kecerewetan istrinya. Begitu sampai di depan rumah khalifah, laki-laki itu tertegun. Dari dalam rumah terdengar istri Umar sedang ngomel, marah-marah. Cerewetnya melebihi istri yang akan diadukannya pada Umar. Tapi, tak sepatah katapun terdengar keluhan dari mulut khalifah. Umar diam saja, mendengarkan istrinya yang sedang gundah. Akhirnya lelaki itu mengurungkan niatnya, batal melaporkan istrinya pada Umar. Apa yang membuat seorang Umar bin Khattab yang disegani kawan maupun lawan, berdiam diri saat istrinya ngomel ? Mengapa ia hanya mendengarkan, padahal di luar sana, ia selalu tegas pada siapapun ? “Ketika istriku marah, akan kubuka hatiku seluas langit dan bumi, maka tumpahkanlah padaku wahai istriku.....jika aku yg ingin marah, tak kan kutumpahkan padamu wahai istriku, karena dunia ini luas, seluas langit dan bumi maka akan kutumpahkan saja pada luasnya langit dan bumi milik Allah itu...” (pinter puisi juga ya....tapi kurang tahu, apakah ini perkataan Umar langsung atau sudah digubah. Pokoknya Ustadz ngomong gituh...)
waw....co cwitttt... Beginikah suami dambaan wanita??? yg berani dan gagah di luar dan lembut di rumah.... Alhamdulillah....Bagiku suamiku adalah Umarku.... Meski tubuhnya tak sekekar Umar....meski beraninya tak se-pemberani Umar....kuharap kelembutannya semakin lembut layaknya Umar kepada istrinya....(menjadilah sseperti Umar untukku...)
Meski hanya bagian kecil yg tak seberapa dari kehebatan-kehebatan Umar yg ada padanya, kuharap dia mampu mencetak generasi Umar Umar di masa kini.....
Allahu Akbar....!!!
260110......Menjadilah Umar untukku....  | Guestbook | |
 | salam juga... ini jg lagi mulai buka buka lg..
|
 | Salam
Lama saya tak buka MP...ingin sapa dan salam lagi :) |
 | wa'alaikumussalam...amiiinnn..... makasih ma,,,.(gk surprise lg dehh,,, hehe) |
 | Assalam neng iin, barokallahu lakuma... udah denger berita baiknya dari ririt, moga sehat selalu ya neng, dijaga baik2 ya dgn makan sehat n bergizi, jgn lupa susunya, untuk asupan asam folat + DHA ^^ |
 | wa' alaikumussalam... jazakallah ustadz link blog nya, sngt penting utk jd bhn referensi ilmu.... |
|